ByteDance Gempur Pasar HP China dengan Asisten Suara AI Canggih, Geser Dominasi Lokal?
Intisari Berita (Ringkasan Eksekutif)
Raksasa teknologi di balik TikTok, ByteDance, baru saja meluncurkan alat kendali suara AI yang revolusioner untuk smartphone. Teknologi ini, didukung oleh model bahasa Doubao yang superior, memungkinkan pengguna melakukan berbagai tugas kompleks seperti mencari konten dan memesan tiket hanya dengan perintah suara. Langkah ini menjadi sinyal keras terhadap pasar smartphone di China yang didominasi oleh pemain lokal seperti Xiaomi dan Huawei, serta menyiapkan panggung persaingan sengit, termasuk dengan rencana AI dari Apple yang berkolaborasi dengan Alibaba. Inovasi ini diperkirakan akan secara fundamental mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat seluler mereka.
Pokok Pembahasan Utama
Peluncuran Resmi Alat Kendali Suara AI ByteDance
ByteDance telah memperkenalkan sebuah alat kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi sebagai kendali suara untuk smartphone. Alat ini memanfaatkan Model Bahasa Besar (LLM) milik perusahaan, yaitu Doubao, yang telah teruji memiliki basis pengguna aktif bulanan mencapai 159 juta pada Oktober, mengungguli pesaing domestik seperti Yuanbao (Tencent) dan Deepseek.
Kemitraan Strategis dan Potensi Pasar
Meskipun ByteDance menegaskan tidak berencana mengembangkan smartphone sendiri, mereka telah memasukkan teknologi ini dalam prototipe ponsel ZTE Nubia M153. Prototipe ini dibanderol seharga 3.499 yuan (sekitar Rp 8,2 juta) dan telah dibuka untuk pre-order terbatas. ByteDance kini intensif berbicara dengan beberapa produsen ponsel besar untuk mengintegrasikan asisten suara AI-nya secara luas, menunjukkan strategi untuk mendisrupsi pasar melalui kemitraan.
Persaingan Sengit di Pasar AI Smartphone China
Peluncuran alat AI ByteDance otomatis memanaskan persaingan di pasar Hp China. Beberapa produsen domestik, seperti Xiaomi dan Huawei, telah lebih dulu memperkenalkan fitur AI serupa. Sementara itu, pemain global seperti Apple masih menahan fitur Apple Intelligence-nya untuk China. Apple justru memilih jalur kemitraan dengan Alibaba untuk mengembangkan fitur AI iPhone yang disesuaikan khusus untuk pasar negara tersebut, menandakan bahwa integrasi AI adalah medan perang hardware dan software berikutnya.
