Israel Tambah Kaya Raya Berkat Perang, Ini Mesin Uangnya

Kebangkitan Startup Pertahanan Israel: Jadi Magnet Investasi Global dan “Ladang Uang” Baru

TEL AVIV – Industri teknologi pertahanan Israel kini tengah mengalami transformasi besar. Bukan lagi sekadar instrumen keamanan nasional, sektor ini telah menjelma menjadi motor ekonomi baru yang memicu lahirnya ratusan perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi militer mutakhir.

Berkat Perang

Data dari Startup Nation Central mencatat fenomena menarik: sepertiga dari total startup pertahanan yang terdaftar saat ini justru baru didirikan setelah pecahnya konflik 7 Oktober 2023. Lonjakan ini menunjukkan bahwa eskalasi di medan perang menjadi katalisator bagi inovasi teknologi persenjataan dan keamanan.

Modal Ventura Mengalir Deras ke Sektor Pertahanan

Pesatnya perkembangan teknologi ini diikuti oleh aliran modal yang masif. Tidak hanya dari dalam negeri, minat investor global terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan teknologi siber Israel terus meningkat.

Salah satu pemain kunci dalam tren ini adalah Lital Leshem, pendiri Protego Ventures. Sebagai seorang prajurit cadangan yang memahami kebutuhan lapangan, Leshem mendirikan perusahaan modal ventura setelah melakukan riset mendalam terhadap 160 perusahaan pertahanan.

Hingga saat ini, Protego Ventures telah berhasil menghimpun dana sebesar US$100 juta (sekitar Rp1,57 triliun). Mengutip laporan Reuters, perusahaan milik Leshem diproyeksikan akan menyalurkan pendanaan ke empat startup strategis sebelum akhir tahun ini.

Pergeseran Minat Investor AS dan Eropa

Tren ini membawa kejutan besar di pasar modal global, terutama di Amerika Serikat (AS). Secara historis, investor AS cenderung menghindari industri pertahanan karena dianggap berisiko tinggi dan terikat regulasi yang ketat. Namun, kini paradigma tersebut mulai bergeser.

“Israel memandang AS sebagai ‘cawan suci’ untuk ekspansi bisnis,” ungkap Leshem. Meski begitu, ia mencatat adanya perubahan peta kekuatan. Selain AS, Israel kini mulai melirik pasar Eropa secara serius.

Dorongan ini muncul seiring dengan pernyataan Donald Trump yang meminta negara-negara Eropa untuk lebih mandiri dalam hal pertahanan dan tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran Amerika Serikat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi teknologi militer Israel untuk masuk ke pasar Benua Biru.

Tantangan Regulasi dan Dominasi Sektor Siber

Meski prospeknya menggiurkan, Leshem mengakui bahwa menembus pasar global bukan tanpa hambatan. Industri pertahanan memiliki karakteristik unik yang sangat berbeda dengan sektor teknologi konsumen.

  • Hambatan Regulasi: Setiap negara memiliki aturan ketat terkait impor teknologi militer dan keamanan nasional.

  • Etika dan Risiko: Sektor ini tetap menjadi industri yang sensitif secara geopolitik.

Namun, Leshem optimis bahwa efektivitas teknologi Israel yang telah teruji di medan tempur akan tetap populer di mata dunia, terutama pada sektor siber (cybersecurity) yang kini menjadi kebutuhan vital bagi kedaulatan setiap negara.

kadobet

ivacationinyourhell.com

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*